Jumat, 31 Oktober 2014
karena kepadanya
kau tidak bicara sembarangan, juga tidak berbuat yang menyakitkan. kau akan senantiasa berusaha untuk menyenangkan.
Namun ketika kau merasa hadirmu malah akan merepotkan, maka kau akan mundur perlahan.
sungguh bukan karena kau tidak terima perkataannya yang merendahkan, bukan juga karena kau merajuk oleh bentakan, apalagi karena ingin cari-cari perhatian.
kau mundur karena kau tahu bahwa kau me-re-pot-kan.
dan cukup bagimu untuk memperhatikannya dari kejauhan, sambil sesekali berdoa untuknya ketika kau merasa ia sedang dalam kesulitan.
dan kau tidak takut ia akan membencimu.
kau tetap diam saat ia mencecar hilangmu.
karena kau yakin, doa-doamu akan sampai padanya, dan memangkas tiap benih benci yang hampir tumbuh, dan menggantinya dengan rindu yang gaduh.
bukan begitu?
dan semoga ketika kau putuskan untuk mendiamkan rindu itu, aku sudah sembuh.
Langganan:
Postingan (Atom)