Sabtu, 03 Desember 2016
Hakekat teman
Just read spirit fingers eps 28, and i cry, a lot :')
Saya berpikir apa yang membuat suasana tiba-tiba semelankolis ini dan melihat sebuah lubang besar di hati saya, bahwa betul, saya cemburu pada mereka, karakter-karakter di komik ini.
24 tahun hidup, tidak pernah ada teman saya yang sebegitu marahnya ketika saya diperlakukan tidak pantas.
Saya betul-betul merasa culun. Saya yang membosankan ini sebenarnyapun bahkan tidak akan punya teman kalau tidak sama-sama kelaparan.
Senin, 31 Oktober 2016
Tulisan pada malam
Malam-malam begini baru saja mendadak saya berdoa.
Teringat akan begitu banyak keinginan saya yang tidak kesampaian, rencana-rencana yang berantakan, mimpi-mimpi yang luluh lantak.
Tapi seluluh lantaknya pun, saya ini tetap sekedar debu di alam semesta. Kecil, tidak punya kuasa. Pada takdir cuma bisa lapang dada.
Dan itu pula yang kurang lebih saya pinta dalam doa, agar saya tidak pernah sedih dan terpuruk dengan apapun yang telah ditetapkan. Agar jalan hidup yang kadang-kadang melucu ini masih mampu saya tertawakan.
Teringat akan begitu banyak keinginan saya yang tidak kesampaian, rencana-rencana yang berantakan, mimpi-mimpi yang luluh lantak.
Tapi seluluh lantaknya pun, saya ini tetap sekedar debu di alam semesta. Kecil, tidak punya kuasa. Pada takdir cuma bisa lapang dada.
Dan itu pula yang kurang lebih saya pinta dalam doa, agar saya tidak pernah sedih dan terpuruk dengan apapun yang telah ditetapkan. Agar jalan hidup yang kadang-kadang melucu ini masih mampu saya tertawakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
