Malam-malam begini baru saja mendadak saya berdoa.
Teringat akan begitu banyak keinginan saya yang tidak kesampaian, rencana-rencana yang berantakan, mimpi-mimpi yang luluh lantak.
Tapi seluluh lantaknya pun, saya ini tetap sekedar debu di alam semesta. Kecil, tidak punya kuasa. Pada takdir cuma bisa lapang dada.
Dan itu pula yang kurang lebih saya pinta dalam doa, agar saya tidak pernah sedih dan terpuruk dengan apapun yang telah ditetapkan. Agar jalan hidup yang kadang-kadang melucu ini masih mampu saya tertawakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar