Selasa, 18 Maret 2014

Pernah tidak, kamu merasa tidak diprioritaskan oleh orang yang kamu prioritaskan?
Saya pernah. Baru saja.
Rasanya pahit. Pahit dan melelahkan.
Lelah sampai-sampai untuk mencari sebungkus permen untuk mengobatinya pun saya malas. Kemudian bahkan saya mulai ragu, kapan bisa kembali siap untuk berharap.
(Tulisan di diary digital saya, tertanggal 24 Februari 2014. Kamu ingat kenapa?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar