"Perihal ketakutan. Ia adalah yang datang padamu dengan terburu-buru ketika kau membayangkan cuaca buruk, kucing yang kelewat gemuk, nyala api yang berkobar, kabar yang tak ingin kau dengar, penyakit yang tak kunjung sembuh, hingga kekasih yang selingkuh".
Dahimu berkerut. Kemudian kau mencela bertubi-tubi dalam hati tentang bagaimana bisa aku takut dengan kucing yang gemuk. "Kau kelewat penakut", simpulmu akhirnya dengan memaksa senyum.
Barangkali itu pula sebabnya kau pergi. Supaya aku bisa belajar untuk tidak takut lagi. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar