![]() | |||||||||
Candace
Menatap cermin sekali lagi, kemudian menebalkan gincu dan perona pipi untuk kembali bersembunyi. Bersembunyi dari dirinya sendiri, yang lelah dan sangat jenuh dalam hal bertahan; ini terkait dengan konka yang menebal, bronkus yang berlubang, getah bening yang meradang, penghantar saraf yang menyimpang, sampai kepribadian yang terpecah-yang terakhir tidak pernah diterimanya sebagai kebenaran walaupun yang lain juga tidak pernah disebutkannya dalam wawancara rekam medik.
Sekali lagi Candace bercermin. Kali ini ia yakin, ia bugar dan karenanya terlihat cantik. Dan oleh sebab itu pula ia berhak bahagia.
Memangnya apa yang lebih penting dari rupa?
Quentin
Menatap cermin sekali lagi, kemudian menambahkan sedikit jel agar tampak klimis untuk kembali bersembunyi. Kembali bersembunyi dari dirinya sendiri yang lelah dan sangat jenuh dalam hal berbenah; ini terkait dengan banyaknya orang-orang hina yang ditemuinya dalam usaha untuk mendapat tambatan hati-yang mana ia yakin bahwa ia adalah lelaki baik-baik yang pantas, dan hanya pantas, untuk mendapatkan perempuan baik-baik walaupun nyatanya selama ini yang datang padanya melulu orang yang tidak baik.
Sekali lagi Quentin bercermin. Kali ini ia yakin, ia klimis dan karenanya terlihat baik. Dan oleh sebab itu pula ia berhak bahagia.
Memangnya apa yang lebih penting dari hati?
Ini bukan picisan.
Belilah novel ringan atau buku tentang rahasia kaya tujuh turunan jika ingin bacaan yang menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar