Selasa, 09 September 2014


Dan tahu lah saya bahwa benar saya ini Si Antagonis; yang pembenci, yang pendengki; tukang caci, tukang maki.
Yang selalu kalah lawan para protagonis.
Yang diabaikan dukanya, yang ditunggu-tunggu jatuhnya, yang tidak pernah dihitung berapa kali gagalnya.
Karena penonton rupanya kelewat sibuk dengan pesta kemenangan protagonis yang sampai dini hari. Karena penonton rupanya kelewat risih dengan si antagonis yang bolak balik bangkit lagi.


Kemudian kalian mengkuliahi saya tentang pentingnya berubah menjadi seperti si protagonis.
Bah!
Capek saya. Muak. Mau muntah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar