Sabtu, 05 Januari 2013

Proyek Surat Cinta

Proyek Surat Cinta


Ada yang mengganjal pikirku dari Desember ini. Kali ini bukan tentang fiksi. Ini tentang Kamu. Ya, Kamu. Belum pahamkah?

Begini, kujelaskan. Tanggal 13 sebelas bulan yang lalu, aku bangun lebih pagi untuk memutar kaset dan menyiapkan kotak yang kubungkus biru muda. Kemudian kubangunkan si sulung dari mimpinya dengan sukacita dan beberapa harap. Tanggal 14 sepuluh bulan yang lalu, aku bangun lebih pagi untuk memutar sebuah kaset dan menyiapkan kotak yang kubungkus pita warna merah tua. Kemudian kubangunkan Mama dari mimpinya dengan sukacita dan beberapa harap. Tanggal 18 lima bulan yang lalu, aku bangun lebih pagi untuk memutar kaset dan menyiapkan kotak yang kubungkus warna emas. Kemudian kubangunkan Papa dari mimpinya dengan sukacita dan beberapa harap.

Sudah paham?

Aku merasa harus bangun lebih pagi akhir bulan depan. Untukmu. Selanjutnya? Entahlah. Aku berencana membuatkanmu surat cinta. Surat cinta dengan formulasi diksi yang bisa menggantikan lagu, bingkisan, dan sepundi harap. Tapi sejauh ini, maaf, hanya ada surat cinta yang kosong untukmu. Tanpa kalimat, tanpa kata, tanpa tanda baca, kecuali tanda tanya.

Jadi kusemai harap di awal bulan depan sebagai kesudahan proyek surat cintaku. Semoga surat cinta ini cepat rampung dan bisa sampai padamu tepat waktu. Kalau tidak lewat Pak Pos, ya cukup lewat mimpimu. Harap maklum, aku ini pemalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar