Surat Untuk Yang Belum Ada Nama
Kamu yang belum ada nama, kemarin malam saya berdoa untuk kamu. Isinya supaya kamu baik-baik saja dimanapun kamu berada dan kamu selalu dijauhkan dari apapun yang bisa menghancurkan kecemerlanganmu itu.
Kamu yang belum ada nama, sudah satu minggu ini saya berdoa untuk kamu. Isinya supaya kamu sehat-sehat saja di November yang dingin ini, supaya kamu tidak kena batuk, pilek, pusing, mual, dan sakit tenggorokan seperti saya sekarang.
Kamu yang belum ada nama, sebulan terakhir ini saya berdoa untuk kamu. Isinya supaya urusanmu lancar-lancar semua, semoga kamu sukses. Apapun urusanmu itu, saya tidak mau kamu sedih karena itu gagal.
Kamu yang belum ada nama, sebenarnya beberapa bulan ini saya berdoa untuk kamu. Isinya supaya jalan kamu untuk menemukan saya tidak dibuat terlalu rumit oleh Tuhan dan supaya di tengah jalan kamu tidak kelelahan
lalu memutuskan untuk memutar balik.
Kamu yang dulu sempat ada nama lalu saya putuskan untuk mengubah kamu menjadi belum ada nama, saya sedang siap-siap sekarang. Saya benar-benar mau membanggakan kamu, membuat kamu berpikir saya terlalu berharga untuk dilepas lalu diganti dengan yang lain.
Kamu yang masih disimpan Tuhan namanya, saya pernah berharap namamu harus sepadan dengan nama saya, biar bisa kita akronimkan buat nama belakang Si Kecil I dan Si Kecil II. Belakangan saya pasrah saja. Apapun namamu, mau Ali, Badu, Candra, Dodi, sampai Zul pun tidak masalah, yang penting kamu sayang saya.
Kamu yang belum ada nama, berjanjilah untuk saling tidak mengecewakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar